Salah kaprah terhadap orang Batak
Posted in Medan Bukan Batak with tags Batak, Deli, Karo, Medan, Medan Bukan Batak, Sejarah Medan on 3 Oktober 2008 by bengbengSalah kaprah #01:
Batak itu sebenarnya bukan suku, tapi sebuah klan (kalo gak salah sih). Ada lima suku yang terdapat dalam klan Batak, yakni Tapanuli, Karo, Simalungun, Mandailing, dan Pak Pak (bukan Pakpahan, lho. Pak Pak adalah suku, sedangkan Pakpahan adalah salah satu marga pada suku batak tapanuli).
Salah kaprah #02:
Di Sumatera Utara sendiri, yang disebut sebagai “suku batak” HANYA suku Tapanuli (biasa juga disebut batak toba). Sedangkan suku-suku batak lainnya (Karo, Mandailing, Simalungun, dan Pak Pak), tidak pernah disebut sebagai Batak. Entah kenapa, orang-orang batak non-tapanulis ini tidak bersedia disebut sebagai “orang batak”. Bagi mereka, batak itu HANYA identik dengan Tapanuli atau Toba. Selain itu, tidak!
Saya sendiri, ketika dulu masih tinggal di Sumatera Utara, tidak pernah menyebut diri saya sebagai orang Batak. Baru setelah merantau ke Jawa, saya selalu mengenalkan diri sebagai orang batak. Kenapa? Ini cuma demi alasan kepraktisan saja. Kalau saya mengaku sebagai “orang karo”, orang akan bertanya tanya: apa itu karo? dari mana? dan sebagainya. Jadi agar pembicaraan tidak panjang dan bertele-tele, lebih baik mengaku sebagai orang batak saja. Beres!
Salah kaprah #03:
Orang selalu mengidentikkan ‘batak’ dengan kata-kata Horas, Bah, dan sebagainya. Padahal kata-kata seperti ini HANYA terdapat pada bahasa tapanuli. Pada suku batak lainnya (termasuk batak karo), bahasanya sudah berbeda. Jadi, saya sebenarnya sering kali merasa geli ketika ada orang yang menyapa saya dengan horas atau bah!
Perlu diketahui, perbedaan bahasa pada suku-buku batak tidaklah seperti perbedaan bahasa pada suku jawa. Orang solo dan orang surabaya, walau banyak bahasanya yang berbeda, namun mereka masih tetap saling mengerti jika ngobrol dengan bahasa masing-masing. Namun, pada bahasa batak tidaklah demikian. Bahasanya benar-benar berbeda. Jika misalnya ada orang tapanuli ngobrol dengan orang karo, mereka harus menggunakan bahasa indonesia agar bisa saling mengerti. Baca selebihnya »